Selasa, 12 Juni 2018
Teori, Periode dan Gejala Stres
TEORI STRES
Ketegangan-ketegangan yg dirasakan seseorang ketika menghadapi situasi dan kondisi yang kurang/tidak menyenangkan atau mengancam.
Stres dpt memberikan pengaruh positif maupun negatif terhadap individu.
Positif yaitu mendorong individu untuk melakukan sesuatu, membangkitkan kesadaran dan menghasilkan pengalaman baru.
Negatif, yaitu menimbulkan perasaan tidak percaya diri, penolakan, marah, depresi dan lain-lain.
Periode Stres (Ellis) :
a. Activating event, adanya peristiwa yang dipandang menjadi sumber stres, seperti kegagalan memperoleh prestasi yang baik atau promosi kenaikan pangkat, diberhentikan dari pekerjaan, kemacetan lalulintas.
b. Belief system, adanya keyakinan atau persepsi ttg peristiwa (positif/negatif, rasional/irrasional).
c. Consecuence, dampak (emosi atau perilaku) dari cara berfikir (belief system) apakah positif/negatif.
Jadi yang menyebabkan seseorang mengalami stres atau gangguan emosional (faktor C), bukanlah peristiwa yang dihadapi (faktor A) tetapi penilaian (faktor B) yang tidak rasional atau yang negatif terhadap peristiwa tersebut.
Gejala-Gejala Stres :
1) Gejala fisik, di antaranya sakit kepala, sakit lambung (maag), hipertensi, sakit jantung, insomnia, mudah lelah, keluar keringat dingin, kurang selera makan dan sering buang air kecil.
2) Gejala Psikis, di antaranya gelisah/cemas, kurang dapat berkonsentrasi belajar atau bekerja, bersikap apatis, sikap pesimis, hilang rasa humor, bungkam seribu bahasa,malas belajar/bekerja, sering melamun, sering marah-marah atau bersikap agresif (verbal maupun non verbal).
**materi ini disampaikan oleh dosen mata kuliah kesehatan mental (bu Dewi Khurun Aini) pada kelas psikologi UIN Walisongo Semarang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar