Selasa, 12 Juni 2018

Kesehatan Mental Dalam Keluarga dan Masyarakat


Kesehatan Mental dalam Lingkungan Keluarga dipengaruhi oleh :
1. Kebiasaan, sikap hidup dan filsafat hidup keluarga, misalnya :
1) Kebiasaan orangtua yang temperamental → defec temperamen dan demoralisasi phisik dan psikis.
2) Kualitas rumah tangga → delinquensi dan kriminalitas anak, mental disorder pada anak, inferior , giving-up dan sebagainya.
3) Dan sebagainya.
2. Kondisi Sosial-Ekonomi Keluarga → mendorong perilaku kriminal dan asusila karena ambisi material.
3. Struktur Keluarga yang abnormal, seperti :
1) Tidak disadarinya fungsi masing-masing anggota keluarga.
2) Intimasi anggota keluarga yang renggang.
3) Perilaku orangtua yang tidak mencerminkan teladan yang baik.
4) Orangtua tidak mempunyai relasi simbiotik dengan anak.
Keluarga yang memproduksi anak menjadi neurotik :
1) Keluarga yang menuntut kepatuhan total anak → pengembangan mekanisme pertahanan ego (represi, deniel atau penyangkalan,  displecement atau pemindahan pemuasan kebutuhan impuls,  proyeksi dan sebagainya).
2) Dominasi, kekuasaan mutlak dan sikap otoriter orangtua → agresi pada anak, neurotik, illusif, delusif dan sebagainya.
3) Konflik orangtua → tidak merasa aman di lingkungan keluarga → giving-up,  proyeksi, fixatie dan sebagainya.
4) Pola hidup orangtua yang tidak konstan dan tidak stabil → splitted personality, multiple personality yang neurotik.
Pengaruh Keluarga terhadap kesehatan mental.
1) Keberfungsian Keluarga
Menurut Stinned dan John de Frain
a) Terciptanya kehidupan beragama dalam keluarga
b) Tersedianya waktu bersama dalam keluarga
c) Terciptanya komunikasi yang baik antar keluarga
d) Saling menghargai  antar sesama anggota keluarga
e) Ikatan kekerabatan yang erat dan kuat
f) Mengutamakan kepentingan keluarga di atas kepentingan pribadi
Menurut Alexander A. Schniders :
a) Minimnya perselisihan antar orangtua atau orangtua-anak
b) Ada kesempatan untuk saling menyatakan keinginan
c) Penuh kasih sayang
d) Penerapan disiplin yang tidak keras
e) Ada kesempatan bersikap mandiri dlm berfikir dan berperilaku
f) Saling menghormati dan menghargai antara orangtua & anak
g) Ada musyawarah keluarga dalam memecahkan kesulitan
h) Terjalin kebersamaan dalam keluarga
i) Emosi orangtua stabil
j) Ekonomi kecukupan
k) Mengamalkan nilai-nilai moral dan agama
Menurut Dadang Hawari, anak yang dibesarkan dalam keluarga yg mengalami disfungsi mempunyai resiko lebih besar akan terganggu tumbuh kembang jiwanya. Ciri keluarga yang mengalami disfungsi :
a) Kematian salah satu atau kedua orangtua
b) Kedua orangtua bercerai (divorce)
c) Hubungan kedua orangtua tidak baik (poor marriage)
d) Hubungan orangtua dengan anak tidak baik (poor parent-child relationship)
e) Suasana rumah tangga yang tegang dan tanpa kehangatan
f) Orangtua sibuk dan jarang di rumah
g) Salah satu atau kedua orangtua mempunyai kelainan kepribadian.
Menurut Stephen R. Covey, perubahan situasi keluarga yang menyebabkan disfungsi itu adalah :
a) Anak yang lahir dari hubungan yang tidak syah (1997 anak yang lahir di luar nikah meningkat 400 %).
b) Single Parent (anak asuhan single parent berlipat ganda).
c) Perceraian (gugatan istri 68 % dan diceraikan suami 32 %).
d) Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT meningkat).
e) Seks bebas dan komersialisasi seks meningkat .
Hubungan Karakteristik Emosional dan Pola Perilaku Keluarga terhadap Struktur Kepribadian Remaja (Peck Loree) :
1) Remaja yang memiliki ego strenght (kematangan emosional, perilaku rasional, persepsi diri dan sosial yang akurat) berhubungan dg lingkungan keluarga yang saling mempercayai dan menerima.
2) Remaja yang memiliki superego strenght berkaitan erat dengan keteraturan dan konsistensi kehidupan keluarganya.
3) Remaja freindliness dan spontanity berhubungan erat dengan iklim keluarga yang demokratis.
Remaja yg bersikap bermusuhan dan memiliki perasaan gelisah atau cemas berkaitan erat dengan keluarga yang otoriter.







**materi ini disampaikan oleh dosen mata kuliah kesehatan mental (bu Dewi Khurun Aini) pada kelas psikologi UIN Walisongo Semarang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar