1. Mental yang sakit (Schneiders) dicirikan :
a. Kecemasan/kegelisahan dalam menghadapi kehidupan (anxiety)
b. Perasaan mudah tersinggung
c. Sikap agresif (pemarah) dan distruktif (merusak)
d. Kurang mampu menghadapi realitas sehingga mudah frustrasi
e. Memiliki gejala psikosomatis
f. Tidak beriman kepada Tuhan.
Thorpe berpendapat, ciri-ciri mental sakit adalah :
a. Merasa tidak nyaman atau tidak bahagia
b. Merasa tidak aman atau khawatir
c. Kurang percaya diri
d. Kurang memahami diri
e. Kurang mendapatkan kebahagiaan dalam berhubungan sosial
f. Kurang memiliki kematangan emosional
g. Kepribadiannya kurang mantap
h. Mengalami gangguan dalam sistem syarafnya.
Mental yang tidak sehat dicirikan :
1) Perasaan tidak nyaman (inadequacy)
2) Perasaan tidak aman (insecurity)
3) Kurang memiliki rasa percaya diri
4) Kurang memahami diri (self inunderstand)
5) Kurang mendapat kepuasan dalam hubungan sosial
6) Ketidak matangan emosi
7) Kepribadian terganggu
8) Mengalami patologi dalam struktur sistim saraf
Neurotic Behavior, ciri-cirinya:
• Kurang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru (tuntutan realitas) atau tidak adabtable.
• Lebih cenderung mengekspresikan perilaku yang tidak disadari .
• Masih memiliki orientasi yang cukup terhadap ruang, waktu, tempat dan orang lain tetapi tidak memiliki insight atau kesadaran terhadap perilakunya dan tidak bisa merubahnya.
• Sebagian besar ucapannya adalah tentang mimpi-mimpi yang sangat berarti.
Psychotic Behavior, ciri-cirinya :
• Tingkah laku yang mengacau atau mengganggu orang lain.
• Pikiran dan perkataan yang meloncat-loncat.
• Disorganisasi ruang, waktu dan tempat akibat tidak bisa membedakan antara mimpi dan realita, tidak mempunyai kesadaran dalam perilakunya.
• Orang psychotic tidak bisa sembuh secara total, tetapi bisa sembuh secara sosial.
Karakteristik Mental Yang Sehat :
1) Terhindar dari gejala-gejala gangguan jiwa (neurosis) dan penyakit jiwa (psikosis).
a) Neurosis adalah gangguan pada sebagian kepribadian dengan ciri tegang dan cemas, fobia atau rasa takut yang tidak masuk akal, obsesif atau lengketnya ide yang sulit dilupakan, kompulsif atau kecenderungan perilaku yang tidak bisa dicegah, reaksi-reaksi emosional dan sebagainya.
b) Psikosis adalah suatu kesalahan penyesuaian diri secara emosional karena tidak bisa diselesaikannya suatu konflik tak sadar. Penyebabnya adalah psikogenik.
2) Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan.
3) Memanfaatkan potensi semaksimal mungkin
4) Tercapai kebahagiaan pribadi & dengan orang lain.
PSIKONEUROSIS
“Gangguan yang terjadi pada sebagian kepribadian sehingga orang masih bisa bekerja secara biasa dan jarang memerlukan perawatan medis” (Soekanto). Ciri-cirinya :
1) Tegang dan cemas.
2) Lesu mental seakan kurang tenaga.
3) Rasa takut (fobi) yang tidak logis (seperti pada tempat tinggi, keramaian, kesempitan, kematian dan sebagainya).
4) Obsesif, lengketnya ide yang sulit dilupakan.
5) Kompulsif, kecenderungan melakukan sesuatu tanpa bisa dicegah. Salah satu jenis kompulsi adalah “kleptomani”, kecenderungan mencuri yang sulit dicegah oleh penderita.
6) Gelisah, murung, nafsu makan menurun dan susah tidur.
7) Reaksi emosional tidak terkendali, seperti kejang-kejang untuk menghindarkan diri dari sesuatu yang kurang menyenangkan.
Yang termasuk Psikoneurosa adalah :
1) Hesteria, suatu neurosa yang kompleks dalam beberapa bentuk penampilannya dengan ciri-ciri ketidak stabilan emosional, represi , dissosiasi dan sugestibilitas. Sebab-sebabnya :
a) Predisposisi pembawaan berupa sistem syaraf yang lemah.
b) Tekanan mental (stress).
c) Disiplin dan kebiasaan hidup yang salah.
d) Defence mechanism yang negatif/keliru.
e) Kondisi fisik yang tidak menguntungkan.
f) Sugesti diri untuk melarikan dari kesulitan
2) Psychastenia, tipe psikoneurosa yang ditandai dengan reaksi-reaksi kecemasan, dibarengi kompulsi obsesi dan ketegangan fobia. Simptom-simptomnya :
a) Phobia, ketakutan yang tidak normal dan tidak riil.
b) Obsesif, merasa dikejar-kejar, tidak tenang, penuh ketegangan, selalu terganggu.
c) Kompulsi, tingkah laku paksaan untuk berbuat sesuatu yang tidak bisa ditahan.
d) Perasaan bersalah, berdosa, tidak aman dan tidak mampu.
3) Tics, gerak muka/wajah yang seperti dipaksakan atau kejangan otot yang kadang-kadang disertai bunyian.
4) Neurasthenia, bentuk psikoneurosa yang ditandai oleh kondisi syaraf-syaraf yang lemah, tidak memiliki energi hidup disertai rasa capai, lelah yang hebat dan terus menerus, macam-macam rasa sakit dan nyeri sehingga penderita malas berbuat. Sebabnya :
a) Risau yang disebabkan kekurangan kesibukan.
b) Banyak ketegangan emosi karena konflik-konflik, kesusahan dan sebagainya.
c) Perasaan inferior akibat kegagalan-kegagalan.
5) Hypochondria, kecemasan yang kronis dan berlebih-lebihan sehingga merasakan ketakutan yang menjurus pada patologis.
6) Anxiety Neurosis, neurosa dengan simptom utama kecemasan yang kronis dan mendalam. Sebabnya :
a) Kecemasan yang terus menerus disebabkan oleh kesusahan dan kegagalan yang bertubi-tubi.
b) Dorongan seksual yang tidak mendapatkan kepuasan dan terhambat sehingga menimbulkan konflik batin.
c) Kecenderungan kesadaran diri yang terhalang.
d) Repressi terhadap berbagai masalah emosional yang tidak bisa berlangsung sempurna.
7) Psikosomatisme, macam-macam penyakit fisik yang disebabkan oleh konflik-konflik psikis dan kecemasan yang kronis.
PSIKOSIS
“Suatu kesalahan penyesuaian diri secara emosional karena tidak bisa diselesaikannya suatu konflik tak sadar” atau menyerupai gila disebabkan psikogenik oleh bakat atau keturunan atau oleh perkembangan atau pengalaman yang terjadi dalam sejarah kehidupan seseorang. Ciri-cirinya :
1) Schizophrenia, kepribadian yang terbelah. Kontak dengan realitas tidak ada lagi, lebih banyak hidup dalam dunia hayalnya.
2) Logikanya tidak berfungsi, pembicaraannya meloncat-loncat disertai kata-kata yang aneh, yang hanya dimengerti oleh penderitanya sendiri (neo-logisme).
3) Ucapan, fikiran dan perbuatannya tidak sejalan, bisa bercerita sesuatu yang menyedihkan sambil tertawa.
4) Halusinasi, kesalahan persepsi dalam mendengar, melihat atau merasa sesuatu yang sebenarnya tidak ada atau yang sebenarnya lain sifatnya (seperti suara pedang dan lain-lain).
Kriteria Fungsi Psikologis Yang Sehat
• Menerima diri secara penuh (mencintai & menghargai diri), but not self-obsessed
• Memahami diri sendiri
• Percaya diri, kontrol diri, sehingga menjadi mandiri, asertif, self efficacy
• Persepsi yang jernih terhadap realitas
• Keberanian & ketahanan mental
• Keseimbangan & fleksibilitas
• Menyukai orang lain
• Menghargai kehidupan
• Memiliki tujuan hidup
Menurut WHO, karakter mental yang sehat adalah
1) Mampu belajar dari pengalaman
2) Mudah beradaptasi
3) Lebih senang memberi daripada menerima
4) Lebih senang menolong daripada ditolong
5) Mempunyai rasa kasih sayang
6) Memperoleh kesenangan dari hasil usahanya
7) Menerima kekecewaan untuk dipakai sebagai pengalaman
8) Berfikir positif
Menurut Sikun Pribadi, karakter mental yg sehat :
1) Perasaan aman, bebas dari rasa cemas.
2) Rasa harga diri yang mantap.
3) Spontanitas dan kehidupan emosi yang hangat dan terbuka.
4) Mempunyai keinginan-keinginan yang sifatnya duniawi, jasmani yang wajar dan mampu memuaskannya.
5) Dapat belajar mengalah dan merendahkan diri sederajat dengan orang lain.
6) Tahu diri atau mampu menilai kekuatan dan kelemahan dirinya secara tepat dan obyektif.
7) Mampu melihat realitas sebagai kenyataan dan melakukannya sebagai realitas pula.
8) Toleransi terhadap ketegangan atau strees, atau tidak panik pada saat menghadapi masalah
9) Integrasi dan kemantapan dalam kepribadian
Normal Behavior, ciri-cirinya :
Mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Mampu merubah perilakunya melalui proses belajar.
Mampu melihat suatu perilaku dengan sebab & akibatnya.
Mampu membedakan antara impian dengan kenyataan.
Mempunyai orientasi waktu, tempat dan ruang serta mengerti tentang situasi dan lingkungan yang dihadapi.
**materi ini disampaikan oleh dosen mata kuliah kesehatan mental (bu Dewi Khurun Aini) pada kelas psikologi UIN Walisongo Semarang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar