"Setiap anggota Jema'at juga memiliki tanggung jawab bahwa ia harus telah menciptakan didalam dirinya semangat ini yaitu ia harus menjalankan tugas mengkhidmati agama. Tiap-tiap dari mereka menganggap sebagai berikut: 'Sekarang tanggung jawab melakukan pekerjaan agama, tugas membawa kemajuan misi Hadhrat Masih Mau'ud a.s adalah tanggung jawab saya!' Oleh karena itu, lakukanlah sebuah janji dan ia akan berjanji seperti ini, 'Disetiap keadaan saya akan mendahulukan pengkhidmatan terhadap agama!". Beliau r.a bersabda, "Hendaklah memahami hal ini bahwa tujuan menerima Hadhrat Masih Mau'ud a.s diperoleh dengan cara menjadikan kalian mengamalkan hal itu [mendahulukan pengkhidmatan agama]. Sebab, tujuan itu adalah demikian yaitu membawa kemajuan misi beliau a.s."Kemudian bersabda lebih lanjut, "Jika ia didalam diri kita ruh ini ditimbulkan maka bagi kita semua kesulitan tidak akan tampak sebagai sebuah kesulitan, bagi kita akan nampak sebagai jalan yang biasa saja."
Senin, 15 Juli 2013
Tanggung Jawab Setiap Anggota Jema'at
Hadhrat Muslih Mau'ud r.a mengarahkan perhatian Jema'at pada hal-hal berikut:
Kamis, 11 Juli 2013
Pesan Masih Mau'ud bagi para pelajar Ahmadi
1. Para pelajar Ahmadi harus meraih pendidikan setinggi-tingginya dan sadar betapa pentingnya menuntut ilmu dan menggungakannnya untuk kepentingan manusia.
2. Milikilah ilmu, karena tanpa ilmu seseorang akan sulit bersaing dan bertahan di masa depan.
3. Jadilah orang yang berpendidikan tinggi, karena akan sangat bermanfaat bagi penyebaran islam. Kebanyakan masyarakat memberikan perhatian lebih kepada orang yang berpendidikan. Dan apabila semua ilmu dunia dimaksudkan untuk manfaat bagi agama, maka ilmu-ilmu dunia tersebut akan menjadi ilmu agama.
4. Pendidikan adalah hak bagi setiap anak. Anak-anak Ahmadi harus menjadi yang terbaik dan juga menjadi pemimpin di tempatnya.
5. Pelajar Ahmadi harus bekerja keras dalam meraih pendidikan, karena masa depan negara dan agama akan berada di tangan mereka nantinya. Jangan pernah menyia-nyiakan waktu dan jauhkanlah diri dari hal yang sia-sia.
6. Pelajar Ahmadi harus memiliki cita-cita, pemikiran dan tujuan yang tinggi, harus terus berdo’a, jangan membuang waktu, berupaya selalu mendapat nilai >80 dalam setiap ujiannya, menjadi juara 1 di kelas dan berada di posisi 10 besar ujian sekolah/kuliah.
7. Para pelajar Ahmadi yang perempuan hendaknya tetap memperhatikan perintah Al-Quran mengenai pardah meskipun sedang meraih pendidikan dunia. Dan apabila sudah masuk usia menikah, maka menikahlah, kemudian dapat melanjutkan kembali pendidikannya setelah menikah.
8. Tinjaulah/ulanglah kembali di rumah pelajaran yang telah di pelajari di sekolah tadi. Pelajar kelas X SMA hendaknya menyediakan waktu 4jam sehari untuk belajar di rumah. Pelajar kelas Xl-perguruan tinggi hendaknya menyediakan 6 jam untuk belajar di rumah.
Rata-rata belajar para pelajar (sekolah+rumah) /hari :
· Pelajar Amerika = 14 jam
· Pelajar Eropa =13 jam
· Pelajar Rusia =12 jam
9. Pelajar Ahmadi harus berkepribadian Islam sejati. Para pelajar Ahmadi harus mampu menampilkan pesan-pesan islami, karena saat ini agama bukanlah hal no.1 bagi para pelajar. Dan para pelajar Ahmadi harus mampu tampil sebagai model dan cerminan dari keutamaan islam.
10. Para pelajar Ahmadi harus mengambil faedah dari Al-Quran, bersyukur atas nikmat-nikmat dari Allah SWT, dan selalu mengingat dan sadar atas tujuan penciptaannya adalah semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT.. Harus selalu mendirikan shalat 5 waktu.
11. Pendidikan harus menjadikan siswa lebih baik, para pelajar harus belajar ilmu agama, menjalin hubungan khas dengan Allah dan jema’at, dan semakin maju dalam ketaqwaan.
12. Para pelajar Ahmadi harus bertabiat baik, ta’at beribadah di usia muda, dan menjalani kewajibannya melayani negara dan masyarakat.
13. Jika seorang Ahmadi menempuh pendidikan dengan tujuan memberi manfaat kepada negara dan masyarakat,dan juga sebagai ibadah kepada Allah, serta ta’at beribadah kepada Allah, maka Allah akan memberi jalan-jalan kemudahan dalam menempuh pendidikannya.
14. Para pelajar Ahamadi harus menela’ah buku-buku karya Hz. Masih Mau’ud a.s. setiap harinya, demikian juga dengan buku-buku pengetahuan umum, surat kabar,majalah, buku psikologi, majalah ilmiah (national geography, new scientist, atau scientific american).
15. Para pelajar Ahmadi hendaknya mampu melakukan dakwah kepada teman-temannya, mampu menampilkan keindahan islam, dengan perilaku yang baik,maka orang lainpun akan tertarik.
16. Siswa Ahmadi senantiasa membawa buku/literatur jema’at. Jika ada waktu senggang, bacalah.
17. Para pelajar Ahmadi dapat memberikan/menghadiahkan buku/literatur jema’at. Khususnya : Filsafat ajaran Islam atau revelation, rationality, knowledge, and truth.
18. Para pelajar Ahmadi sebisa mungkin mengadakan seminar/diskusi tentang beragam topik dari sudut pandang islam.
19. Sebelum mengerjakan soal ujian, setiap pelajar hendaknya mengangkat tangan dan berdoa di ruang ujian.
20. Para pelajar Ahmadi harus meningkatkan minat dalam merenungkan secara mendalam Al-Quran. Dengan begitu, mereka bisa belajar metode penelitian Al-Quran.
KEBERANIAN, KESEMPATAN & RIDHO ALLAH S.W.T
Para pembaca yang budiman, sebelum saya ulas mengenai judul diatas saya ingin bertanya dan tolong jawab dalam hati masing-masing ya?? :-) sudah terlalu banyak limpahan karunia yang Allah berikan untuk kita, bahkan kitapun tentu tidak dapat menghitung semuanya... salah satu karunia yang Allah berikan diantaranya adalah kelebihan. Apakah anda sudah menyadari kelebihan anda itu apa?? dimananya?? Jika anda sudah menyadarinya, sudahkah anda mensyukurinya?? :-) Tahukah anda, bahwa mensyukuri itu tidak hanya harus selalu diucapkan/dirasakan saja tetapi juga dalam bentuk tindakan. Hal yang sebenarnya bisa kita lakukan tetapi belum berjalan hingga sekarang. Tanyalah dalam hati "Mengapa orang lain bisa, saya tidak??". Menurut pandangan saya, yang kita butuhkan untuk memanfa'atkan kelebihan kita semaksimal mungkin tentunya dengan berdo'a dan berusaha, keduanya ini harus saling berikatan bila tidak itu hanya sia-sia saja... Dalam berdo'a tentunya kita harus selalu mengharap ridho dan mendapat ridho-Nya.
RIDHO ALLAH S.W.T
Ridho Allah S.W.T sangatlah penting. Sebagaimana Rasulullah S.A.W bersabda: "Mukmin yang satu dengan yang lainnya bagaikan sebuah bangunan yang saling memperkuat antara sebagian dengan sebagian yang lainnya". Dan janganlah berharap kalian mendapatkan ridho Allah S.W.T (Hablum Minallah) sedang hablum minannasnya tidak baik. Oleh karena itu kalian harus bersikap baik dulu terhadap sesama jika kalian ingin mendapat ridho-Nya.
Dan dalam berusaha itu tentunya ada keberanian dan kesempatan
KEBERANIAN
Keberanian itu tindakan yang berdasar pada kebenaran, bukan tindakan tak berdasar tanpa keyakinan dan hanya bermodal nekad dan ingin terpandang. Saya percaya keberanian memiliki kecerdasan dan keajaiban didalamnya.
KESEMPATAN
Apabila tidak ada kesempatan itu berarti bukan jalan yang harus kita tempuh, karena Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkannbukan apa yang kita inginkan. Kesempatan itu jarang datang dan mudah hilang, kebanyakan kesempatan hilang karena sengaja dihilangkan. Dan sebenarnya banyak kesempatan, jika kita mengenali dan memahaminya.
Ingatlah!! Sebenarnya Allah menitipkan kelebihan disetiap kekurangan, menitipkan kekurangan disetiap kelemahan, menitipkan suka cita disetiap duka cita, menitipksn harapan disetiap keraguan. Harapan tinggallah harapan jika tidak disertai dengan impian, impian tinggallah impian jika tidak selaras dengan kemampuan. Dan Allah berjanji semua itu akan indah pada waktunya. Jauh diatas segalanya Allah sedang merajut yang terbaik untuk kita. Aamiin:-)
Senin, 08 Juli 2013
Tarbiyat
Bismillahirrahmanirrahim
Amanat Nabi Muhammad S.A.W:
"Jagalah 5 sebelum 5"!
1. Muda sebelum tua
2. Sempat sebelum sempit
3. Sehat sebelum sakit
4. Kaya sebelum miskin
5. Hidup sebelum mati
BACALAH AL-QUR'AN
SEBAB IA ADALAH CAHAYA BAGIMU DIBUMI & SIMPANANMU DILANGIT
Ø Wasiat Rasulullah SAW kepada Abu Dzarr r.a :
"Hendakalah engkau membaca Al-Qur'an, sebab ia adalah cahaya bagimu dibumi dan simpananmu dilangit."
Al-Qur'an adalah jamuan Allah, tali Allah dan merupakan sumber yang melimpahkan kebaikan & hikmah pada hati yang beriman. Cahaya terang & obat yang bermanfa'at, merupakan penjaga bagi orang yang berpegang kepadanya, penyelamat bagi orang yang mengikutinya, tidak menyimpang sehingga menyebabkan tercela, tidak bengkok sehingga menghendaki pembetulan, tak pernah habis keajaiban-keajaibannya, tidak akan lenyap keagungan & keindahannya.
Sungguh sangatlah merugi kita, apabila tidak berupaya untuk mencicipi betapa lezatnya santapan rohani yang sudah tersaji dihadapan kita.
Ø Abdullah bin Umar Ra meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
Kepada yang senang membaca Al-Qur'an, dihari kiamat nanti dikatakan: "Bacalah dan perbaikilah bacaanmu sebagaimana yang telah kamu kerjakan didunia dahulu, maka sesungguhnya kedudukanmu itu tergantung kepada akhir ayat yang telah kamu baca itu." (HR. Tirmidzi)
Jika membaca adalah proses membuka jendela dunia, maka membaca Al-Qur'an adalah proses membuka jendela dunia rohani.
Oleh sebab itu, marilah kita giat membaca, terutama membaca Al-Qur'an, terjemahannya, memahami isinya, merenungkan hikmahnya dan mengaplikasikan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena didalam Al-Qur'an banyak sekali khazanah ilmu yang akan mengantarkan kita pada pintu gerbang ma'rifat Illahi.
Marilah kita gemar baca Al-Qur'an:-)
Wassalam
Hajar Ummu Fatikh
*** MENUJU TA'AT, TARBIYAT & TELADAN ***
Langganan:
Postingan (Atom)