Aku tidak memiliki sesuatu untuk dikatakan lagi..
Tapi, jika aku boleh meminta pada-Mu,
Aku ingin dicintai di perjalanan selanjutnya..
Tidak dikabulkan atau tidak diterima juga tidak apa-apa..
Sudah, itu saja..
Terimakasih :)
Minggu, 19 Juli 2020
Kamis, 16 Juli 2020
Berpikir Kembali
Terkadang jika ditanyai apa kesanmu terhadapku?
Sebenarnya yang diingat adalah sebuah moment bersama orang tersebut, atau sesuatu yang khas darinya menurutku pribadi..
Ada yang kuingat senyumnya, atau saat dia terkekeh, pertanyaan yang selalu dilontarkan "kenapa?", saat orang itu berjalan mengikutiku dibelakangku, betapa menyebalkannya bentakan seseorang, tatapan mata yang tajam, hingga tak ada pikiran apapun.. yang setelah dipaksa-paksa mengingat, "Ohh iya dia terbiasa dengan begini, memakai ini, dan juga khas dengan kemampuannya yang ini."
Apakah kamu juga pernah berpikir atau bertanya bagaimana kesan orang lain terhadapmu? Apakah itu sesuatu yang penting? Mengenai bagaimana kita akan diingat?
Sebagian orang dipertemukan untuk suatu hal kemudian berpisah dan tidak pernah bertemu lagi, sebagian lagi menjadi kisah yang sudah lalu, kemudian ada juga yang diambil banyak nilai darinya-dijadikan panutan karena memiliki semangat tertentu dalam melakukan sesuatu,
dan tentu, hanya beberapa yang menjadi orang-orang dalam circle.
Suatu waktu ada teman yang bercerita, entah mengapa dia mengatakan bahwa hidupnya-perjalanannya, hanya berisi pembuktian-pembuktian saja.
Apakah itu sesuatu yang baik? Ataukah itu sesuatu yang menyedihkan? Entah lah, Aku juga tidak tahu.
Tapi Aku jadi berpikir kembali dengan tujuan hidupku. Dan akan menjalani hidup yang seperti apa..
Jalani saja?
Aku sudah bosan mendengar kata itu, karena tanpa dibilang pun Aku sudah menjalaninya.
Hening dulu,
setelah itu jalani lagi..
Ya sudah lah.
Begitu saja terus (?)
Sebenarnya yang diingat adalah sebuah moment bersama orang tersebut, atau sesuatu yang khas darinya menurutku pribadi..
Ada yang kuingat senyumnya, atau saat dia terkekeh, pertanyaan yang selalu dilontarkan "kenapa?", saat orang itu berjalan mengikutiku dibelakangku, betapa menyebalkannya bentakan seseorang, tatapan mata yang tajam, hingga tak ada pikiran apapun.. yang setelah dipaksa-paksa mengingat, "Ohh iya dia terbiasa dengan begini, memakai ini, dan juga khas dengan kemampuannya yang ini."
Apakah kamu juga pernah berpikir atau bertanya bagaimana kesan orang lain terhadapmu? Apakah itu sesuatu yang penting? Mengenai bagaimana kita akan diingat?
Sebagian orang dipertemukan untuk suatu hal kemudian berpisah dan tidak pernah bertemu lagi, sebagian lagi menjadi kisah yang sudah lalu, kemudian ada juga yang diambil banyak nilai darinya-dijadikan panutan karena memiliki semangat tertentu dalam melakukan sesuatu,
dan tentu, hanya beberapa yang menjadi orang-orang dalam circle.
Suatu waktu ada teman yang bercerita, entah mengapa dia mengatakan bahwa hidupnya-perjalanannya, hanya berisi pembuktian-pembuktian saja.
Apakah itu sesuatu yang baik? Ataukah itu sesuatu yang menyedihkan? Entah lah, Aku juga tidak tahu.
Tapi Aku jadi berpikir kembali dengan tujuan hidupku. Dan akan menjalani hidup yang seperti apa..
Jalani saja?
Aku sudah bosan mendengar kata itu, karena tanpa dibilang pun Aku sudah menjalaninya.
Hening dulu,
setelah itu jalani lagi..
Ya sudah lah.
Begitu saja terus (?)
Selasa, 07 Juli 2020
Pertemuan
Berjumpa denganmu kembali merupakan hal yang aku tunggu-tunggu. Meski kita hanya pernah bertemu dua kali, rasanya kita sudah sering berjumpa pada percakapan-percakapan hening yang kita lakukan setiap saat.
Kamu sudah memahamiku, dan juga tidak perlu berlelah-lelahan menjelaskan. Karena aku juga dapat mengertimu.
Terkadang jika aku mengingatmu dalam percakapan-percakapan heningku, aku berdoa bahwa kita bisa dipertemukan kembali. Bahwa kita menjadi teman yang tak lekang oleh waktu, bahwa dalam perjalanan-perjalanan kita, kita tidak pernah merasa sendiri dan sepi, bahwa selalu akan ada ketenangan dan senyuman ketika kita saling mengingat nama, wajah, sikap, ataupun cerita-cerita yang telah kita bagi. Baik di kehidupan ini, maupun nanti.
Apakah doaku ini adalah sesuatu yang indah? Entahlah.
Mengapa juga kita telah merasa jauh mengerti satu sama lain padahal kita hanya pernah bertemu dua kali. Padahal kita dipisahkan jarak ribuan kilometer, padahal kita hanya beberapa kali berkabar dalam setahun, padahal kita tidak hidup dalam satu circle ikatan yang saling membutuhkan.. seperti ikatan komunitas, ikatan organisasi, maupun ikatan-ikatan lainnya.
Aneh bukan? Keterhubungan macam apa ini?
Aku selalu bertanya-tanya tentang hal itu. Yang sampai sekarang masih membuatku bingung. Dan beranggapan bahwa ini adalah bentuk hubungan yang aneh, yang sebenarnya juga aku syukuri.
Karena dirimulah aku merasa telah diperlakukan sebagai manusia yang lebih utuh. Aku menjadi tidak takut menjalani kehidupan. Mungkin hanya satu dua orang saja dalam hidupku yang bisa kupercaya dan mempercayaiku.
Kamu yang mengatakan dengan tulus bahwa kamu mempercayaiku. Bahwa kamu percaya, aku bisa melakukan apapun yang aku mampu untuk lakukan.
Kepercayaan memang hal yang berharga, yang tidak setiap orang dapat memberikannya.. Yang bahkan orang terdekatmu, orang sekelilingmu belum tentu mau memberikannya padahal kamu dalam kondisi membutuhkannya.
Itu mungkin semacam sesuatu yang membuat seseorang berani memilih, berani mengambil keputusan, dan berani melepaskan kekhawatiran-kekhawatirannya.. Sesuatu yang membuat kita dapat berkembang lebih baik. Karena kepercayaan bagaikan secercah harapan, bagaikan sebuah tarikan dan hembusan nafas seseorang..
Terimakasih karena kamu selalu menggunakan kata yang benar, kata dan sikap yang selalu kutunggu dan impi untuk dapatkan..
Hei, sungguh menyenangkan sekali bisa mengenalmu.
Kau tahu? Aku sangat senang.. saat terakhir kali aku bisa melihat caramu berjalan, caramu makan, saat kamu bertanya ini itu, saat kamu bercerita, dan saat melihat ekspresimu ketika ada ulat yang jatuh di bahumu..
Aku menyukainya, mungkin semua yang ada pada dirimu. Tulisan-tulisanmu juga, Aku sangat mengaguminya. Tidak hanya menjadi bentuk kekecewaan dan perlawanan saja.. Tapi juga sebagai bentuk refleksi tersendiri bagi hidupku yang masih tidak jelas ini.
Satu hal yang paling aku favoritkan darimu, kamu selalu menjadi orang yang berani. Berani dalam bersikap, berani dalam mengungkapkan gagasan-gagasanmu, perasaanmu, dan berani menjadi diri sendiri dengan terus memegang teguh nurani serta kemanusiaanmu.
Aku jadi pencemburu terhadap semua yang kamu lakukan.. Doakan Aku ya!
Semoga hal-hal baik selalu mengiringimu, selalu ada padamu. Sampai berjumpa kembali di waktu yang entah kapan kita tidak bisa tebak. Sampai berjumpa kembali di percakapan-percakapan hening yang kita lakukan setiap saat.
Langganan:
Postingan (Atom)