![]() |
| sumber: istimewa |
Tujuan
mempelajari kesehatan mental adalah memahami kesehatan mental dengan segenap
faktor yang mempengaruhi dan usaha-usaha yang dapat meningkatkannya, sekaligus
bermaksud meningkatkan kesehatan mental masyarakat.
Sasaran
dalam mempelajari kesehatan mental adalah masyarakat, baik yang sehat, yang
berada dalam risiko, yang sakit, atau yang telah memperoleh perawatan dan
disosialisasikan ke masyarakat. Ruang lingkup kesehatan mental mencakup:
promosi kesehatan mental (usaha-usaha peningkatan kesehatan mental), prevensi
primer (usaha kesehatan mental untuk mencegah timbulnya gangguan dan sakit
mental), prevensi sekunder (usaha kesehatan mental menemukan kasus dini / early
vase ditection dan penyembuhan secara tepat / prompt treatment terhadap
gangguan dan sakit mental), prevensi tersier (usaha rehsbilitasi awal yang
dapat dilakukan terhadap orang yang mengalami gangguan dan kesehatan mental).
Ruang
lingkup kesehatan mental tersebut saat ini telah dipelajari dan diterapkan
secara lebih luas pada bidang-bidang ilmu yang relevan, misalnya pada psikologi
komunitas (lebih menekankan pada promosi potensi psikologis masyarakat serta
upaya-upaya pencegahan terhadap munculnya perilaku yang tidak tepat termasuk
bidang kesehatan mental, dan basis keilmuan yang digunakan adalah psikologi)
maupun psikiatri komunitas (lebih menekankan pada pada promosi kesehatan mental
dan upaya pencegahan terhadap timbulnya gangguan-gangguan psikiatris dengan
basis keilmuan yang digunakan adalah psikiatri).[1]
[1]
Moeljono Notosoedirdjo dan Latipun, Kesehatan Mental, (Malang: Penerbit
Universitas Muhammadiyah Malang, 2017), hlm. 19-20.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar