Selasa, 17 April 2018

Konsep Dasar Sehat dan Sakit

sumber: Istimewa



Sehat dan sakit merupakan gejala universal, terjadi sepanjang sejarah manusia dan dikenal di semua kebudayaan. Hanya saja untuk merumuskan secara eksak tidak mungkin dicapai.

Sehat mengandung pengertian keadaan yang sempurna secara biopsikososial, lebih dari sekadar terbebas dari penyakit atau kecacatan. Sakit juga mengandung makna biopsikososial, yang meliputi konsep disease (berdimensi biologis), illness (berdimensi psikologis) dan sickness (berdimensi sosiologis). Faktor subjektif dan kultural turut menentukan konsep sehat dan sakit.

Kesehatan pada prinsipnya berada pada rentangan yang kontinum, yaitu di antara titik yang benar-benar sakit dan titik benar-benar sehat. Kesehatan seseorang atau masyarakat ini dapat diupayakan ditingkatkan statusnya, dari yang kurang sehat menjadi lebih sehat, atau sebaliknya.

Kesehatan, selain ada secara fisik juga ada secara psikologis. Kesehatan secara fisiologis berhubungan dengan kesehatan mental, dan keduanya tidak saling menentukan. Jika terjadi gangguan fisik akan mempengaruhi keadaan kesehatan mentalnya. Demikian juga jika terjadi gangguan mental maka akan mempengaruhi kesehatan fisiknya.

Sehat berbeda pengertiannnya dengan normal. Kedua istilah ini sering dimaknakan sama, tetapi sebenarnya memiliki pengertian yang berbeda. Hal serupa juga berlaku untuk konsep gangguan dan deviasi. Gangguan lebih mengacu pada aspek medis, sedangkan deviasi lebih pada aspek social.[1]



[1] Moeldjono Notosoedirdjo dan Latipun, Kesehatan Mental, (Malang: Penerbit Universitas Muhammadiyah Malang, 2017), hlm. 11.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar