Senin, 19 Desember 2016

Ini Untukmu



Rona Ibu

Derai suara kini tak terdengar lagi
Merampas hak dia yang dicuri
Mencabut kewajiban dari semestinya
Yang waktu tak memperdulikannya

Tak kau sapa ataupun toleh
Rona rindu sang dia, malaikat tanpa sayap
Hendak sampaikan angan
Tapi kau palingkan muka

Meradang, menyayat dia yang terabai
Karena lena dalam  asmara
Tenggelam dalam dunia
Mati dalam api berkhidmat

Hendak berujung pada apa?
Titik angan, ilusi,  ataukah delusi?
Ia tertunduk dengan kasih sayangnya
Sepanjang masa ia kirim pula

Doa tak lekang terucap
Mengguncang arasy-Nya
Demi siapa? Ia bepeluh-peluh
Ia menderita, tapi ia simpan

Jauh kau sudah melangkah
Tanpa menyentuh sanubari
Kata hati berbisik “ibu, ibu, maafkan anakmu ini”
Saat termenung mengetuk pintu jiwa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar