Rona
Ibu
Derai
suara kini tak terdengar lagi
Merampas
hak dia yang dicuri
Mencabut
kewajiban dari semestinya
Yang
waktu tak memperdulikannya
Tak
kau sapa ataupun toleh
Rona
rindu sang dia, malaikat tanpa sayap
Hendak
sampaikan angan
Tapi
kau palingkan muka
Meradang,
menyayat dia yang terabai
Karena
lena dalam asmara
Tenggelam
dalam dunia
Mati
dalam api berkhidmat
Hendak
berujung pada apa?
Titik
angan, ilusi, ataukah delusi?
Ia
tertunduk dengan kasih sayangnya
Sepanjang
masa ia kirim pula
Doa
tak lekang terucap
Mengguncang
arasy-Nya
Demi
siapa? Ia bepeluh-peluh
Ia
menderita, tapi ia simpan
Jauh
kau sudah melangkah
Tanpa
menyentuh sanubari
Kata
hati berbisik “ibu, ibu, maafkan anakmu ini”
Saat
termenung mengetuk pintu jiwa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar