Selasa, 07 Juli 2020

Pertemuan



Berjumpa denganmu kembali merupakan hal yang aku tunggu-tunggu. Meski kita hanya pernah bertemu dua kali, rasanya kita sudah sering berjumpa pada percakapan-percakapan hening yang kita lakukan setiap saat.

Kamu sudah memahamiku, dan juga tidak perlu berlelah-lelahan menjelaskan. Karena aku juga dapat mengertimu.

Terkadang jika aku mengingatmu dalam percakapan-percakapan heningku, aku berdoa bahwa kita bisa dipertemukan kembali. Bahwa kita menjadi teman yang tak lekang oleh waktu, bahwa dalam perjalanan-perjalanan kita, kita tidak pernah merasa sendiri dan sepi, bahwa selalu akan ada ketenangan dan senyuman ketika kita saling mengingat nama, wajah, sikap, ataupun cerita-cerita yang telah kita bagi. Baik di kehidupan ini, maupun nanti.

Apakah doaku ini adalah sesuatu yang indah? Entahlah.

Mengapa juga kita telah merasa jauh mengerti satu sama lain padahal kita hanya pernah bertemu dua kali. Padahal kita dipisahkan jarak ribuan kilometer, padahal kita hanya beberapa kali berkabar dalam setahun, padahal kita tidak hidup dalam satu circle ikatan yang saling membutuhkan.. seperti ikatan komunitas, ikatan organisasi, maupun ikatan-ikatan lainnya.

Aneh bukan? Keterhubungan macam apa ini?

Aku selalu bertanya-tanya tentang hal itu. Yang sampai sekarang masih membuatku bingung. Dan beranggapan bahwa ini adalah bentuk hubungan yang aneh, yang sebenarnya juga aku syukuri.

Karena dirimulah aku merasa telah diperlakukan sebagai manusia yang lebih utuh. Aku menjadi tidak takut menjalani kehidupan. Mungkin hanya satu dua orang saja dalam hidupku yang bisa kupercaya dan mempercayaiku.

Kamu yang mengatakan dengan tulus bahwa kamu mempercayaiku. Bahwa kamu percaya, aku bisa melakukan apapun yang aku mampu untuk lakukan.

Kepercayaan memang hal yang berharga, yang tidak setiap orang dapat memberikannya.. Yang bahkan orang terdekatmu, orang sekelilingmu belum tentu mau memberikannya padahal kamu dalam kondisi membutuhkannya.

Itu mungkin semacam sesuatu yang membuat seseorang berani memilih, berani mengambil keputusan, dan berani melepaskan kekhawatiran-kekhawatirannya.. Sesuatu yang membuat kita dapat berkembang lebih baik. Karena kepercayaan bagaikan secercah harapan, bagaikan sebuah tarikan dan hembusan nafas seseorang..

Terimakasih karena kamu selalu menggunakan kata yang benar, kata dan sikap yang selalu kutunggu dan impi untuk dapatkan..

Hei, sungguh menyenangkan sekali bisa mengenalmu.

Kau tahu? Aku sangat senang.. saat terakhir kali aku bisa melihat caramu berjalan, caramu makan, saat kamu bertanya ini itu, saat kamu bercerita, dan saat melihat ekspresimu ketika ada ulat yang jatuh di bahumu..

Aku menyukainya, mungkin semua yang ada pada dirimu. Tulisan-tulisanmu juga, Aku sangat mengaguminya. Tidak hanya menjadi bentuk kekecewaan dan perlawanan saja.. Tapi juga sebagai bentuk refleksi tersendiri bagi hidupku yang masih tidak jelas ini.

Satu hal yang paling aku favoritkan darimu, kamu selalu menjadi orang yang berani. Berani dalam bersikap, berani dalam mengungkapkan  gagasan-gagasanmu, perasaanmu, dan berani menjadi diri sendiri dengan terus memegang teguh nurani serta kemanusiaanmu.

Aku jadi pencemburu terhadap semua yang kamu lakukan.. Doakan Aku ya!

Semoga hal-hal baik selalu mengiringimu, selalu ada padamu. Sampai berjumpa kembali di waktu yang entah kapan kita tidak bisa tebak. Sampai berjumpa kembali di percakapan-percakapan hening yang kita lakukan setiap saat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar